Oleh: Ustaz Toto Tasmara
Cinta adalah kekuatan batiniah yang merupakan fitrah esensial yang dianugerahkan Ilahi. Cinta adalah tema sentral di mana segala sesuatu berangkat dan berlabuh pada muara cinta. Apabila seluruh kehidupan dinisbatkan kepada cinta, niscaya damailah dunia.
Cinta atau di dalam bahasa Arab disebut dengan hubb adalah inti atau nucleus dari hubungan antara Abid dengan Ma'budnya. Dalam getaran cinta itu ada isy yaitu suasana keterpikatan dan kerinduan yang teramat sangat.
Asyik adalah kerinduan sang Perindu yang terus menerus mengharap Sang Ma'syuk (yang dirindukannya) dengan penuh keterpesonaan .
Ibarat kemegahan seorang Raja, mahkotanya adalah cinta yang berhiaskan mutiara keikhlasan, intan kesabaran, jamrud kerinduan. Raja yang tidak bermahkota, bagaikan penguasa tanpa wibawa.
Itulah sebabnya, bila seseorang mencintai Allah, akan tampak dari prilakunya yang ikhlas mengikuti jejak akhlaq Rasulullah SAW, sebagaimana Allah berfirman, "Katakanlah, jika engkau mencintai Allah , ikutilah aku, maka Allah akan mencintaimu, mengampunkan dosa-dosamu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Penyayang." (3 : 31).
Rasa cintanya, telah menepis segala jalan kecuali jalan yang ditetapkan Ilahi yang disebut sirathal mustaqim, jalan yang di penghujungnya ada gerbang ridha Ilahi. Pintu yang akan menghantarkan hamba-Nya memasuki taman–taman surga.
Lembaga pendidikan islam mujahidin UNY (LPIM) merupakan lembaga yang menyelenggarakan pendidikan keislaman yang berkedudukan di kampus Universitas Negeri Yogyakarta. LPIM UNY merupakan lembaga semiotonom yang dalam penyelenggaraannya berada di dalam struktur takmir masjid al-mujahidin UNY.
Jumat, 20 Desember 2013
Selasa, 10 Desember 2013
Diskusi Pendidikan Islam. "Masa Depan dan Tantangan Pendidikan Islam"
Agenda akhir tahun LPIM UNY:
DISKUSI PENDIDIKAN ISLAM
"Masa Depan dan Tantangan Pendidikan Islam"
Jum'at, 20 Desember 2013.
Jam 13.00 WIB
di Masjid Al Mujahidin UNY
GRATIS! untuk umum
Bersama:
Dr. Sukamta
(Anggota DPRD DIY Komisi C)
Aulia Reza Bastian, M.Hum
(Dewan Pendidikan DIY)
Informasi lebih lengkap:
0899.5173.844
Jumat, 29 November 2013
Memaknai Musibah
Oleh Syarifah SPd*
Hari berganti hari, masa berganti masa detik berganti detik. Hidup adalah sebuah ketidak pastian, namun perpindahan adalah suatu hal yang pasti. Cobaan datang mendera bertubi tubi, entah itu nikmat atau musibah. Semua adalah sepaket ujian yang telah Allah siapkan untuk kita sebagai fitrah kita manusia.
Bila dianalogikan layaknya sebuah baja. Agar menjadi baja yang bagus dan bernilai pun harus ditempa dan di panaskan berkali kali agar menjadi besi yang amat berharga dan bernilai jual. Begitu pula kita, manusia, perlu di uji berkali kali agar mental menjadi lebih kuat dan derajat kita semakin meningkat di sisi Allah SWT.
Mukmin yang kuat, tak akan terpental hanya karena pukulan badai hidup yang menyerangnya. Ia akan segera bangkit dari keterpurukan nya dan belajar untuk memperbaiki dan belajar dari kesalahan yang di alaminya.
Kasih sayang Allah tidak selalu berwujud kesenangan, melimpahnya harta, tercapainya segala keinginan, dan jauh dari berbagai musibah. Justru bisa jadi sebaliknya. Orang yang mendapatkan berbagai kesenangan itulah yang tidak dicintai-Nya. Orang tersebut dibiarkan tenggelam dalam kesenangan dunia sampai tiba ajalnya. Pada saat itu semua kesenangan dicabut dan diganti dengan berbagai siksa yang mengerikan, baik ketika di kubur, di padang mahsyar, maupun di neraka.
Hari berganti hari, masa berganti masa detik berganti detik. Hidup adalah sebuah ketidak pastian, namun perpindahan adalah suatu hal yang pasti. Cobaan datang mendera bertubi tubi, entah itu nikmat atau musibah. Semua adalah sepaket ujian yang telah Allah siapkan untuk kita sebagai fitrah kita manusia.
Bila dianalogikan layaknya sebuah baja. Agar menjadi baja yang bagus dan bernilai pun harus ditempa dan di panaskan berkali kali agar menjadi besi yang amat berharga dan bernilai jual. Begitu pula kita, manusia, perlu di uji berkali kali agar mental menjadi lebih kuat dan derajat kita semakin meningkat di sisi Allah SWT.
Mukmin yang kuat, tak akan terpental hanya karena pukulan badai hidup yang menyerangnya. Ia akan segera bangkit dari keterpurukan nya dan belajar untuk memperbaiki dan belajar dari kesalahan yang di alaminya.
Kasih sayang Allah tidak selalu berwujud kesenangan, melimpahnya harta, tercapainya segala keinginan, dan jauh dari berbagai musibah. Justru bisa jadi sebaliknya. Orang yang mendapatkan berbagai kesenangan itulah yang tidak dicintai-Nya. Orang tersebut dibiarkan tenggelam dalam kesenangan dunia sampai tiba ajalnya. Pada saat itu semua kesenangan dicabut dan diganti dengan berbagai siksa yang mengerikan, baik ketika di kubur, di padang mahsyar, maupun di neraka.
Sumber Kesulitan
Oleh: Imam Nur Suharno
Tidak sedikit orang bersedih dan berputus asa ketika dilanda kesulitan dalam hidupnya. Padahal, bersama setiap kesulitan itu pasti akan datang kemudahan (QS Asy-Syarh [94]: 6). Percayalah.
Supaya terhindar dari segala bentuk kesulitan hidup, baik di dunia maupun akhirat, seseorang harus menjauhi hal-hal yang menjadi sumber datangnya kesulitan. Pertama, berpaling dari peringatan Allah SWT.
“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, sesungguhnya baginya penghidupan sempit dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadan buta.” (QS Thaha [20]: 124).
Kedua, durhaka kepada orang tua. Rasulullah SAW bersabda, “Semua dosa akan ditunda hukumannya menurut kehendak-Nya sampai hari kiamat nanti, kecuali hukuman terhadap perbuatan zina dan durhaka kepada kedua orang tua atau memutuskan silaturahim, sesungguhnya Allah akan memperlihatkan kepada pelakunya di dunia sebelum datang kematian.” (HR Bukhari).
Tidak sedikit orang bersedih dan berputus asa ketika dilanda kesulitan dalam hidupnya. Padahal, bersama setiap kesulitan itu pasti akan datang kemudahan (QS Asy-Syarh [94]: 6). Percayalah.
Supaya terhindar dari segala bentuk kesulitan hidup, baik di dunia maupun akhirat, seseorang harus menjauhi hal-hal yang menjadi sumber datangnya kesulitan. Pertama, berpaling dari peringatan Allah SWT.
“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, sesungguhnya baginya penghidupan sempit dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadan buta.” (QS Thaha [20]: 124).
Kedua, durhaka kepada orang tua. Rasulullah SAW bersabda, “Semua dosa akan ditunda hukumannya menurut kehendak-Nya sampai hari kiamat nanti, kecuali hukuman terhadap perbuatan zina dan durhaka kepada kedua orang tua atau memutuskan silaturahim, sesungguhnya Allah akan memperlihatkan kepada pelakunya di dunia sebelum datang kematian.” (HR Bukhari).
Rabu, 27 November 2013
Jadilah Pemenang. Hayya alal Falah
Oleh Toto Tasmara
Tak perlu berkeluh kesah bila matahari tersungkur menyambut kegelapan. Karena sebentar lagi, engkau akan lihat bintang gemintang bertebaran dan bulan purnama menghangatkan penghuni bumi.
Ketahuilah, kegagalan bukanlah akhir perjalanan. Kegagalan adalah berita langit yang memberikan pelajaran paling berharga untuk menapaki jalan menuju sukses.
Tak perlu takut bila terjatuh. Justru merintihlah penuh rasa getir bila engkau enggan berdiri untuk bangkit.
Ingatlah, Tersandung itu bukanlah jatuh!
Tak ada anak kecil berlari kencang kecuali mengalami jatuh bahkan terluka. Lihatlah dengan penuh haru, betapa pepohonan di lereng–lereng gunung menyambut hembusan angin dengan wajah semringah.
Karena mereka tahu, hanya pepohonan yang diterjang angin badailah yang akan tumbuh kuat mencengkeram tanah dengan akar-akarnya semakin kokoh. Layang–layang naik menjulang karena ia menentang angin, bukan mengikutinya.
Tak perlu berkeluh kesah bila matahari tersungkur menyambut kegelapan. Karena sebentar lagi, engkau akan lihat bintang gemintang bertebaran dan bulan purnama menghangatkan penghuni bumi.
Ketahuilah, kegagalan bukanlah akhir perjalanan. Kegagalan adalah berita langit yang memberikan pelajaran paling berharga untuk menapaki jalan menuju sukses.
Tak perlu takut bila terjatuh. Justru merintihlah penuh rasa getir bila engkau enggan berdiri untuk bangkit.
Ingatlah, Tersandung itu bukanlah jatuh!
Tak ada anak kecil berlari kencang kecuali mengalami jatuh bahkan terluka. Lihatlah dengan penuh haru, betapa pepohonan di lereng–lereng gunung menyambut hembusan angin dengan wajah semringah.
Karena mereka tahu, hanya pepohonan yang diterjang angin badailah yang akan tumbuh kuat mencengkeram tanah dengan akar-akarnya semakin kokoh. Layang–layang naik menjulang karena ia menentang angin, bukan mengikutinya.
Ujian Hidup
Oleh: Ustaz Arifin Ilham
Dalam menghadapi kehidupan di dunia ini, manusia selalu berhadapan dengan dua keadaan silih berganti. Suatu saat merasakan suka, saat lain merasakan duka. Pada saat bahagia, terkadang manusia menjadi lupa. Sebaliknya, saat duka mendera, seringkali manusia berkeluh kesah.
Bagi hamba Allah SWT yang beriman, hidup adalah ujian. Selama hidup, selama itulah kita diuji Allah SWT. ''Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.'' (QS Al-Mulk [67]: 2).
Minimal ada tujuh ujian hidup yang wajib kita ketahui. Insya Allah, Allah SWT luruskan dari ujian-ujian-Nya, sehingga meraih gelar shobirin dan mujahidin. ''Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu, dan akan Kami uji perihal kamu.'' (QS Muhammad [47]: 31).
Dalam menghadapi kehidupan di dunia ini, manusia selalu berhadapan dengan dua keadaan silih berganti. Suatu saat merasakan suka, saat lain merasakan duka. Pada saat bahagia, terkadang manusia menjadi lupa. Sebaliknya, saat duka mendera, seringkali manusia berkeluh kesah.
Bagi hamba Allah SWT yang beriman, hidup adalah ujian. Selama hidup, selama itulah kita diuji Allah SWT. ''Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.'' (QS Al-Mulk [67]: 2).
Minimal ada tujuh ujian hidup yang wajib kita ketahui. Insya Allah, Allah SWT luruskan dari ujian-ujian-Nya, sehingga meraih gelar shobirin dan mujahidin. ''Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu, dan akan Kami uji perihal kamu.'' (QS Muhammad [47]: 31).
Belajar Merasakan
Oleh: Muhammad Arifin Ilham
Terkisah dari Ibnu Arabi dalam Futuhat al-Makkiyah. Di satu pagi, seorang santri menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi. “Wahai Tuan Guru, semalam aku mengkhatamkan Alquran dalam shalat malamku.”
Sang Guru tersenyum. “Bagus Nak. Nanti tolong hadirkan bayangan diriku di hadapanmu saat kau baca Alquran itu. Rasakanlah seolah-olah aku sedang menyimak apa yang engkau baca.”
Esok harinya, sang murid datang dan melapor pada gurunya. “Tuan Guru,” katanya, “Semalam aku hanya sanggup menyelesaikan separuh dari Alquran itu.”
“Engkau sungguh telah berbuat baik,” ujar sang guru sembari menepuk pundaknya. “Nanti malam lakukan lagi dan kali ini hadirkan wajah para shahabat Nabi yang telah mendengar Alquran itu langsung dari Rasulullah. Bayangkanlah baik-baik bahwa mereka sedang mendengarkan dan memeriksa bacaanmu.”
Terkisah dari Ibnu Arabi dalam Futuhat al-Makkiyah. Di satu pagi, seorang santri menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi. “Wahai Tuan Guru, semalam aku mengkhatamkan Alquran dalam shalat malamku.”
Sang Guru tersenyum. “Bagus Nak. Nanti tolong hadirkan bayangan diriku di hadapanmu saat kau baca Alquran itu. Rasakanlah seolah-olah aku sedang menyimak apa yang engkau baca.”
Esok harinya, sang murid datang dan melapor pada gurunya. “Tuan Guru,” katanya, “Semalam aku hanya sanggup menyelesaikan separuh dari Alquran itu.”
“Engkau sungguh telah berbuat baik,” ujar sang guru sembari menepuk pundaknya. “Nanti malam lakukan lagi dan kali ini hadirkan wajah para shahabat Nabi yang telah mendengar Alquran itu langsung dari Rasulullah. Bayangkanlah baik-baik bahwa mereka sedang mendengarkan dan memeriksa bacaanmu.”
Sabtu, 23 November 2013
Penghalang-Penghalang dalam Menuntut Ilmu
Oleh: Kukuh Aji Suryo
Ilmu adalah cahaya yang dikaruniakan Allah kepada manusia. Tidak diragukan lagi bahwa kedudukan orang yang berilmu di sisi Allah lebih tinggi beberapa derajat. Hanya orang-orang yang berilmu & berakallah yang dapat memahami kebesaran Allah melalui penciptaan alam semesta beserta segala isinya.
Rasulullah meriwayatkan dalam sebuah hadits:
“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju syurga. Sesungguhnya malaikat akan membuka sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar, tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majjah, dan Ibnu Hibban)
Sabtu, 24 November 2012
Tentangnya
Menangis
Dalam sedih luka kecewa
Tetes berbalur darah, terserum mengalir
Perih pasti
Tapi lengkung sabit itu mengharu
Bersatu dengan merah tunduk khusyu’
Bilah pisau jarum ditempa kilau cahaya
Bersinar
Kelap kelip memendar
Perlahan
Menghangat menyejukkan
[Izzah]
Rabu, 07 November 2012
Jejak PSB 2012
PSB a.k.a Penerimaan Santri Baru
Bismillah.
Tiada daya dan kekuatan melainkan dariNya. Pun tak terkecuali dalam penulisan artikel ini.
Alhamdulillah, fase pertama dalam kepengurusan LPIM 2012 telah dilalui. Ya, PSB semester genap. Penerimaan Santri Baru LPIM ini sudah berlangsung awal tahun 2012, sekitar 6 bulan yang lalu. Dalam kurun waktu sekitar 3 pekan, LPIM tak pernah sepi dari pengunjung yang notabene adalah calon santri yang mendaftar untuk perkuliahan semester genap waktu itu. LPIM memberikan kesempatan untuk semua kalangan mengikuti kuliah, baik dari mahasiswa, masyarakat umum, maupun pengelola sendiri tentunya. Semoga kesempatan yang terbuka lebar ini bisa dioptimalkan oleh teman-teman yang haus akan ilmu dimanapun berada *lebay dikit ^^. Dari waktu yang telah disediakan untuk mendaftar, Alhamdulillah peminat perkuliahan semakin bertambah setiap tahunnya.
Bismillah.
Tiada daya dan kekuatan melainkan dariNya. Pun tak terkecuali dalam penulisan artikel ini.
Alhamdulillah, fase pertama dalam kepengurusan LPIM 2012 telah dilalui. Ya, PSB semester genap. Penerimaan Santri Baru LPIM ini sudah berlangsung awal tahun 2012, sekitar 6 bulan yang lalu. Dalam kurun waktu sekitar 3 pekan, LPIM tak pernah sepi dari pengunjung yang notabene adalah calon santri yang mendaftar untuk perkuliahan semester genap waktu itu. LPIM memberikan kesempatan untuk semua kalangan mengikuti kuliah, baik dari mahasiswa, masyarakat umum, maupun pengelola sendiri tentunya. Semoga kesempatan yang terbuka lebar ini bisa dioptimalkan oleh teman-teman yang haus akan ilmu dimanapun berada *lebay dikit ^^. Dari waktu yang telah disediakan untuk mendaftar, Alhamdulillah peminat perkuliahan semakin bertambah setiap tahunnya.
Selasa, 06 November 2012
"Penyatuan Misi Kembali"
[Suplemen 2 LPIM, 4 November 2012, @ Kediaman Pak Ferri Andhika Roshadi]
Setelah sekian lama ku tertidur pulas, kini saatnya bangun dan melanjutkan kembali perjuangan yang sempat terhenti. Sebelumnya, tebar salam dulu ah..
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh :)
Sahabat LPIM yang dirahmati Allah, semoga senantiasa dalam naungan cinta-Nya. Ahad 4 November 2012 kemarin, alhamdulillah telah terselenggara Suplemen 2 LPIM, sekaligus silaturahim ke kediaman Direktur LPIM 2012, akhina Ferri Andhika Roshadi >>>
Acara yang penuh makna, dan kehangatan tentu saja, karena disambut hangat sama Bapak Ibu beliau maksudnya :p
Bagi sahabat yang berhalangan hadir, nih admin share beberapa poin tentang suplemen kemarin. Semoga bermanfaat bagi sahabat sekalian maupun teruntuk admin sendiri, karena kita tahu bahwa salah satu manfaat menulis adalah mengikat ilmu. This is it…
Direktur kita berbagi cerita tentang zaman kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz. Pada masa itu, dalam 2,5 tahun kepemimpinan khalifah ini terjadi perubahan besar. Apakah itu? Yakni mengenai perbincangan masyarakat, dari yang awalnya obrolan masyarakat bersifat duniawi menjadi obrolan yang sifatnya ke-akhirat-an. Sebelumnya, masyarakat ketika saling bertemu, akan bertanya “berapa istrimu?” “berapa hartamu?”. Nah, dalam waktu 2,5 tahun tersebut, Umar mampu menerapkan sistem yang mengubah ‘kandungan’ perbincangan masyarakat, menjadi semacam “sudah berapa juz hafalanmu?” “sudah tilawah berapa lembar hari ini?”. Keren bukan? Sedikit kilasan kepemimpinan inilah yang memunculkan harapan dari sang direktur kita bagi seluruh pengurus LPIM, perubahan kebiasaan jadi lebih baik. Sepanjang kepengurusan LPIM hingga kini, apakah capaian yang sudah kita dapatkan?
Selasa, 20 September 2011
PSB september 2011
Kesempatan baru untuk sahabat sekalian yang ingin belajar di LPIM
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 19 september - 1 oktober 2011
Buruan Daftar,..!!!kuota terbatas lho....
untuk info lebih lengkapnya silakan ke kantor LPIM atau click link yang ada di program.
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 19 september - 1 oktober 2011
Buruan Daftar,..!!!kuota terbatas lho....
untuk info lebih lengkapnya silakan ke kantor LPIM atau click link yang ada di program.
Kantor LPIM UNY
Di gedung inilah perkuliahan LPIM dilaksanakan.
Jadi kalau sahabat sekalian mau ke kantor LPIM, masuk saja di gedung IEC dan naik ke lantai 2 ruang paling selatan bersebelahan dengan kantor TIM TUTORIAL PAI UNY dan ada plakat bertuliskan
Senin, 19 September 2011
Jadwal Perkuliahan
Perkuliahan dilaksanakan di Gedung Islamic Centre UNY (Barat masjid Al Mujahidin UNY)Berikut jadwal Perkuliahannya:
Bahasa Arab
Pendidikan Bahasa Arab merupakan program pendidikan satu tahun (dua semester) yang terdiri dari tiga materi (keterampilan) pokok yaitu mufradat (kosa kata), nahwu- sharaf (tata bahasa), dan muhadatsah- muhadharah(keterampilan bahasa)
Visi
Terwujudnya pembelajaran bahasa arab yang mudah dan menyenangkan, khususnya bagi mahasiswa dan masyarakat muslim pada umumnya.”Al Arabiyatu ma’ana sahlah wa mumthi’ah,”
Visi
Terwujudnya pembelajaran bahasa arab yang mudah dan menyenangkan, khususnya bagi mahasiswa dan masyarakat muslim pada umumnya.”Al Arabiyatu ma’ana sahlah wa mumthi’ah,”
Minggu, 18 September 2011
HIFDZIL QURAN
Hifdzil Qur’an merupakan program yang bertujuan untuk memfasilitasi santri dalam menghafal Al-Quran. Pelaksanaan program tahfidz berada di bawah Lembaga Pendidikan Islam Mujahidin (LPIM) UNY.
Beberapa Program Tahfidz Quran adalah sebagai berikut :
Tahfidz Reguler
Program tahfidz reguler merupakan program bimbingan tahfidz yang dilaksanakan 3 kali dalam sepekan, yaitu setiap senin, rabu, dan jumat pukul 06.00-07.00 WIB dengan target hafalan minimal 1 juz. Satu kelas terdiri atas maksimal 25 santri dengan kelas ikhwan dan akhwat terpisah. Setiap kelas dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 5-6 orang dengan satu orang pemandu.
Teknis Pelaksanaan Tahfidz Reguler :
1. Setiap santri wajib menyetorkan hafalan minimal 5 baris setiap kali pertemuan
2. Pemandu tahfidz akan memanggil santri untuk menyetorkan hafalannya sesuai dengan urutan panggilan buku pemantau tahfidz
3. Santri yang tidak menyetorkan hafalan 5 kali berturut – turut akan dilaporkan kepada pihak direksi LPIM untuk diberikan motivasi.
4. Santri yang belum layak untuk menghafal, maka akan menghafal dengan sistem talaqqi dan tidak termasuk kelompok tahfidz yang mempunyai ketentuan seperti diatas, melainkan dikelompokkan khusus sebagai kelompok tahsin.
Untuk ujian tahfidz, setiap santri mentasmi’kan setiap juz yang telah dihafalnya dan ditasmi’kan langsung satu juz pada akhir tahun program.
Takhasus
Program takhasus merupakan program bimbingan tahfidz yang dilaksanakan 3 kali dalam sepekan, yaitu hari senin, rabu, dan jumat pukul 06.00-07.00 WIB dengan target hafalan melebihi target hafalan program tahfidz reguler, dimana penjaringan peserta program ini melalui mekanisme seleksi. Satu kelompok terdiri dari 5-6 orang dengan satu orang pemandu, terpisah antara kelompok ikhwan dan akhwat.
Tahsin
1. Bagi santri yang tilawahnya dianggap belum layak, maka akan disertakan dalam program tahsin yang ada di LPIM
2. Program ini akan berlangsung maksimal satu tahun.
3. Jika ada santri yang sudah dianggap layak, maka pemandu tahsin akan merekomendasikan yang bersangkutan untuk masuk program tahfidz.
4. Setiap santri yang masuk di kelompok tahsin tidak dibebankan kewajiban hafalan.
5. Target diikutkan dalam program tahsin, setiap santri mampu membaca Al Quran sesuai dengan kaidah tajwid.
Murajaah
Merupakan program pengulangan bacaan/hafalan santri.
1. Murajaah dilakukan secara jama’i bertempat di kelas.
2. Waktu pelaksanaan murajaah adalah akan memulai kelas.
3. Murajaah dilaksanakan perkelompok level kelas.
4. Setiap kelompok memurajaah hafalan sesuai rata-rata capaian mereka, sesuai dengan yang sudah dijadwalkan.
5. Setiap kelompok dibimbing oleh satu orang pemandu.
6. Setiap santri yang belum hafal surat yang dimurajaah, maka diwajibkan untuk membawa mushaf, dan tidak dibolehkan membuka mushaf bagi santri yang sudah hafal.
7. Target program murajaah, terjaganya hafalan santri secara optimal.
Majlis Quran
Majlis Quran dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 08.00-10.00 WIB pekan ke-1 dan ke-3.
1. Tujuan Majlis Quran untuk menyemarakkan nuansa Al Quran.
2. Majlis Quran dihadiri oleh seluruh santri ( wajib ).
3. Agenda majlis Quran melibatkan santri dari program takhasus dan regular serta menampilkan santri yang berprestasi dilevelnya, yang akan mentasmikan sebagian hafalannya. Untuk agenda ini akan di tampilkan satu level untuk setiap pekan secara bergilir.
4. Agenda majlis Quran diantaranya adalah : Tasmi’, tafsir ,taujih motivasi, dsb.
Pilihan Juz yang di hafal: Juz 30, Juz 29, Juz 1
Beberapa Program Tahfidz Quran adalah sebagai berikut :
Tahfidz Reguler
Program tahfidz reguler merupakan program bimbingan tahfidz yang dilaksanakan 3 kali dalam sepekan, yaitu setiap senin, rabu, dan jumat pukul 06.00-07.00 WIB dengan target hafalan minimal 1 juz. Satu kelas terdiri atas maksimal 25 santri dengan kelas ikhwan dan akhwat terpisah. Setiap kelas dibagi ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari 5-6 orang dengan satu orang pemandu.
Teknis Pelaksanaan Tahfidz Reguler :
1. Setiap santri wajib menyetorkan hafalan minimal 5 baris setiap kali pertemuan
2. Pemandu tahfidz akan memanggil santri untuk menyetorkan hafalannya sesuai dengan urutan panggilan buku pemantau tahfidz
3. Santri yang tidak menyetorkan hafalan 5 kali berturut – turut akan dilaporkan kepada pihak direksi LPIM untuk diberikan motivasi.
4. Santri yang belum layak untuk menghafal, maka akan menghafal dengan sistem talaqqi dan tidak termasuk kelompok tahfidz yang mempunyai ketentuan seperti diatas, melainkan dikelompokkan khusus sebagai kelompok tahsin.
Untuk ujian tahfidz, setiap santri mentasmi’kan setiap juz yang telah dihafalnya dan ditasmi’kan langsung satu juz pada akhir tahun program.
Takhasus
Program takhasus merupakan program bimbingan tahfidz yang dilaksanakan 3 kali dalam sepekan, yaitu hari senin, rabu, dan jumat pukul 06.00-07.00 WIB dengan target hafalan melebihi target hafalan program tahfidz reguler, dimana penjaringan peserta program ini melalui mekanisme seleksi. Satu kelompok terdiri dari 5-6 orang dengan satu orang pemandu, terpisah antara kelompok ikhwan dan akhwat.
Tahsin
1. Bagi santri yang tilawahnya dianggap belum layak, maka akan disertakan dalam program tahsin yang ada di LPIM
2. Program ini akan berlangsung maksimal satu tahun.
3. Jika ada santri yang sudah dianggap layak, maka pemandu tahsin akan merekomendasikan yang bersangkutan untuk masuk program tahfidz.
4. Setiap santri yang masuk di kelompok tahsin tidak dibebankan kewajiban hafalan.
5. Target diikutkan dalam program tahsin, setiap santri mampu membaca Al Quran sesuai dengan kaidah tajwid.
Murajaah
Merupakan program pengulangan bacaan/hafalan santri.
1. Murajaah dilakukan secara jama’i bertempat di kelas.
2. Waktu pelaksanaan murajaah adalah akan memulai kelas.
3. Murajaah dilaksanakan perkelompok level kelas.
4. Setiap kelompok memurajaah hafalan sesuai rata-rata capaian mereka, sesuai dengan yang sudah dijadwalkan.
5. Setiap kelompok dibimbing oleh satu orang pemandu.
6. Setiap santri yang belum hafal surat yang dimurajaah, maka diwajibkan untuk membawa mushaf, dan tidak dibolehkan membuka mushaf bagi santri yang sudah hafal.
7. Target program murajaah, terjaganya hafalan santri secara optimal.
Majlis Quran
Majlis Quran dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 08.00-10.00 WIB pekan ke-1 dan ke-3.
1. Tujuan Majlis Quran untuk menyemarakkan nuansa Al Quran.
2. Majlis Quran dihadiri oleh seluruh santri ( wajib ).
3. Agenda majlis Quran melibatkan santri dari program takhasus dan regular serta menampilkan santri yang berprestasi dilevelnya, yang akan mentasmikan sebagian hafalannya. Untuk agenda ini akan di tampilkan satu level untuk setiap pekan secara bergilir.
4. Agenda majlis Quran diantaranya adalah : Tasmi’, tafsir ,taujih motivasi, dsb.
Pilihan Juz yang di hafal: Juz 30, Juz 29, Juz 1
Minggu, 10 Juli 2011
Senin, 30 Mei 2011
PSB Juni 2011
Alhamdulillah telah dibuka Penerimaan Santri Baru LPIM periode bulan Juni 2011,untuk program perkuliahan Tahsinul Qur'an dan Hifdzil Qur'an. Informasi lebih lanjut,lihat pamflet atau datang langsung ke kantor LPIM.



Selasa, 05 Januari 2010
Program Tahsinul Qur’an
Visi
Visi Program Tahsin adalah terwujudnya pembelajaran Cara membeca dan Memperbaiki Bacaan atau Tahsin Al Quran yang profesional dan berkualitas.
Misi
1. Menyelenggarakan proses pendidikan tahsin Al Quran dengan metode Qiraaty.
2. Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penunjang di luar perkuliahan untuk memberikan motivasi memperbaiki kualitas bacaan (tahsin)Al Quran.
3. Mengembangkan pola manajemen kelas secara profesional guna menciptakan suasana pembelajaran yang berkualitas.
Target
1. Santri dapat membaca Al-Qur’an dengan lancar dan tartil
2. Santri menguasai teori/ilmu tajwid
3. Santri dapat menyelesaikan belajar tahsin qiroaty dalam waktu dua semester.
Sasaran
Masyarakat muslim di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Metode perkuliahan
Metode yang digunakan adalah metode Qiroaty dengan 6 jilid ditambah dengan jilid gharib serta jilid ilmu tajwid praktis. Setelah selesai jilid lima dilajutkan latihan juz 27 untuk melancarkan penekanan bacaan-bacaan yang ada di jilid-jilid sebelumnya. Setelah praktek juz 27 barulah dilanjutkan jilid 6. Setiap jilid mempunyai target tersendiri yang disajikan secara sistematis untuk memudahkan santri mengingat pelajaran.
Metode pembelajaran yang digunakan adalah Klasikal-Individual. Artinya, dalam satu kelas yang jilidnya sama 15 menit awal klasikal. Tujuannya untuk mengetahui dan memahami pelajaran-pelajaran yang ada, kemudian dilanjutkan dengan individual selama 1.5 jam, kemudian 15 menit terakhir klasikal lagi untuk memperlancar bacaan. Sedangkan kelas yang terdiri dari berbagai jilid diisi dengan individual.
Skill/ Kompetensi
1. Santri mampu memahami bentuk-bentuk huruf Al Qur’an
2. Santri dapat membaca dalam bentuk sambung, berharokat tanwin dan dapat membedakan panjang dan pendek
3. Santri dapat membaca huruf-huruf bersukun
4. Santri dapat menguasai bacaan dengung dan fawatihusuwar
5. Santri dapat menguasai bacaan ghunnah, lafadh Allah, waqaf dan qalqalah
6. Santri dapat mengaplikasikan pelajaran jilid 1 sampai dengan jilid 5 dengan lancar
7. Santri dapat menguasai bacaan idzhar
8. Santri mengetahui bacaan-bacaan hati-hati dalam Al-Qur’an
9. Santri memahami tajwid
Program Madrasah Thulabiyah (MT)
Visi
Visi dari program Madrasah Thulabiyah adalah terwujudnya insan yang memiliki keseimbangan spiritualitas, intelektualitas dan moralitas menuju generasi Robbani yang berkomitmen tinggi terhadap Da’wah dengan berlandaskan pada pengabdian kepada Allah.
Misi
1. Menyelenggarakan sebuah proses pendidikan Islam yang berbasis pada spiritulitas, intelektualitas dan moralitas guna mewujudkan kader da’wah yang mampu menjadi rahmatal lil’alamin.
2. Menyelenggarakan sebuah proses pelatihan-pelatihan dakwah untuk memberikan skill dalam berdakwah.
3. Mengembangkan pola manajemen kelas secara professional guna menciptakan kondisi perkuliahan yang menyenangkan.
4. Menyelenggarakan sebuah proses yang efektif dan efisien untuk tahfidz juz ‘amma.
Bentuk Program
Dalam program pendidikan Madrasah Thulabiyah ini ada dua program pendidikan yang akan di terima santri. Kedua program tersebut adalah:
1. Program Utama
Program Utama merupakan Program pendidikan yang wajib di ikuti santri selama enam semester yang bertujuan memberikan bekal kepada santri ilmu –ilmu dasar keislaman.
2. Program Penunjang
Program Penunjang merupakan program pendidikan yang di selenggarakan untuk menunjang keberhasilan program utama dalam hal ini program yang bersifat skill ( ketrampilan). Program yang akan diselenggarakan yaitu Talaqqi.
Target Pembelajaran
1. Santri dapat memahami dan mengamalkan ilmu-ilmu dasar keislaman.
2. Santri mampu menghafal Juz ‘amma.
3. Santri memiliki wawasan keislaman yang memadai.
4. Santri memiliki pemahaman dan mempraktekkan konsep-konsep dasar dakwah.
Muwashofat (skill/kompetensi)
1. Ikhlas dalam amalnya
2. Sesuai sunnah ibadahnya .
3. Kaya wawasan keislamanya.
4. Mengasihi sesamanya
5. Hafidz juz amma
Sertifikasi
Santri akan mendapatkan sertifikat setelah:
1. Tahfid juzz amma.
2. Mengikuti progam PKD.
3. Mengikuti perkuliahan dan ujian yang di selenggarakan.
4. Mengikuti Ujian konprehensif.
Langganan:
Postingan (Atom)


